Pabrik kami dilengkapi dengan berbagai peralatan pengujian keandalan yang canggih, seperti ruang semprotan garam, ruang suhu dan kelembapan konstan, mesin pengujian suhu tinggi, penganalisis properti magnetik, proyektor dua dimensi, serta metode komprehensif seperti uji jatuh dan tarik pengujian untuk memenuhi berbagai persyaratan pengujian produk.

Salt Spray Chamber: Perangkat yang menggunakan korosi semprotan garam untuk menguji keandalan sampel yang diuji. Semprotan garam mengacu pada sistem tersebar yang terdiri dari tetesan garam kecil di atmosfer. Ini adalah salah satu metode pengujian lingkungan buatan di bawah seri "Tiga Pemeriksaan" (perlindungan terhadap semprotan garam, kelembapan, dan jamur). Banyak perusahaan perlu melakukan simulasi dampak buruk lingkungan laut terhadap produk mereka.
Ikhtisar Teknis Peralatan Pemotongan Laser Presisi:
- Pemosisian Presisi Tinggi
- Keserbagunaan
- Efisiensi dan Penghematan Energi
- Tingkat Otomatisasi Tinggi


Jaminan Kapasitas dan Inovasi Teknologi:
- Desain Berkapasitas Tinggi
- Stabilitas dan Efisiensi
- Pemantauan Cerdas
- Ramah Lingkungan dan Efisiensi Energi
Proyektor Dua Dimensi: Proyektor memperbesar gambar benda kerja kecil yang sedang diuji ke layar proyeksi menggunakan lensa cembung optik. Proyektor pengukuran ini beroperasi berdasarkan prinsip ini untuk mengukur dan mengamati benda kerja. Ini sangat efisien dalam memeriksa kontur, bentuk permukaan, dimensi, sudut, dan posisi berbagai benda kerja yang kompleks, terutama untuk pemeriksaan mikroskopis dan pengendalian kualitas komponen presisi.


Mesin Sortasi CCD: Mesin ini menggunakan prinsip optik untuk memotret dan memeriksa produk, mendeteksi dimensi, cacat permukaan, dan komponen yang hilang. Karena deteksi berkecepatan tinggi dan akurasi tinggi, ini meminimalkan limbah bahan mentah dan mengontrol waktu produksi secara efektif. Penerapan peralatan penyortiran optik otomatis tidak hanya mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual dan menurunkan biaya tenaga kerja namun juga secara signifikan mengurangi kesalahan manusia dalam inspeksi. Hal ini mengarah pada peningkatan efisiensi produksi, peningkatan kualitas produk, dan peningkatan daya saing di pasar.

